Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Drh. Aminuddin Zainuddin Tekankan Kedisiplinan Kerja Sukarela Lingkup Disnak Keswan Kab. Sinja

Dok: Pertemuan
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DISNAK KESWAN) Kabupaten Sinjai, Menggelar pertemuan dengan tenaga sukarelanya, di Balai Pertemuan Kesehatan Hewan Lantai II (Rabu,1/2/2017).

Pertemuan yang berlangsung selama 90 Menit, ini dihadiri oleh 35 dari 101 orang tenaga sukarela lingkup DISNAK KESWAN. Selain memastikan kuota tenaga sukarela dalam pertemuan tersebut drh. Aminuddin Zainuddin, MM yang didampingi oleh Sekretaris Dinas Irwan Suaib, S. STP., M. Si bersama Kasubag Umum dan Kepegawaian Mahfia Tamrin, S. Pt menekankan kedisiplinan, komitmen kerja serta kemampuan IT dan Bahasa para tenaga sukarela.

Menurut drh. Aminuddin melalui pertemuan ini catatan kepada tenaga sukarela bahwa menyadari diri sebagai tenaga kerja tentu mempunyai cita-cita, baik berupa penghasilan terlebih lagi keinginan untuk menjadi pegawai negeri sipil. Sehingga, kebijakan yang mengatur itu harus dipelajari dan diketahui bersama termasuk sistem administrasi pegawai diperbaiki ketika terbit Surat Keputusan disimpan dengan baik dan demikian pula kedisiplinan mengisi Absensi.

Ia menambahkan bahwa kedisiplinan utamanya kepada tenaga sukarela juga harus dibarengi inisiatif untuk belajar, Hal paling mendasar perlu dipelajari dan ditingkatkan adalah bidang komputerisasi (IT) serta berbahasa asing, karena hal ini sebagai penujang pengalaman dalam dunia kerja.

Sejalan dengan itu Irwan Suaib, Selaku Sekretaris DISNAK KESWAN sekaligus moderator pada pertemuan tersebut dengan tegas akan memberi sanksi terhada tenaga sukarela yang malas.

“Saya berharap semua bisa saling mengenal, merangkul dan bekerja sama dengan baik, sehingga program untuk Tahun ini maksimal. Demikian pula kedisiplinan serta komitmen tenaga sukarela ini selalu diperhatikan. Sebagai evaluasi bahwa tingkat kehadiran dan kedisiplinan tenaga sukarela Tahun lalu masih minim, sehingga tahun ini teguran lisan mungkin akan dikurangi dan kita akan beri teguran perbulanna secara tertulis”.

Beda kepala tentu beda karakter rajin, disiplin, komitmen dan memiliki atensi yang besar tentu diperhitungkan sebaliknya malas dan tidak ada inisiatif untuk belajar jelas diabaikan. Sukarela sejati, adalah sukarela yang memegang prinsip mau belajar dan mencari pengalaman. (Adi)

Produsen Susu Fonterra Selandia baru, jajaki susu Sapi Perah Sinjai



 



Produsen susu asal Selandia Baru, Fonterra Brands Indonesia melakukan kunjungan ke Kabupaten Sinjai untuk menjajaki potensi peternakan sapi perah. Tim Fonterra yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan di Ruang Kerja Kepala Dinas.

Kepala dinas Peternakan dan Keswan Kab. Sinjai menyambut baik kedatangan tim Fonterra Brands Indonesia yang terdiri dari Mr Martin de Jong, Mrs Denise burrell dan Budwi Brontosantoso yang didampingi oleh Muhammad Ikbal dari Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian RI. Kedatangan tim ini untuk membantu Kabupaten Sinjai dalam bentuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal pengembangan sapi perah  dan pengolahan persusuan.

PT. Fonterra Brands Indonesia adalah produsen susu yang bermerk Anlene, Anmum, dan Anchor Boneeto yang telah membangun pabrik pengolahan susu di Cikarang untuk memenuhi peningkatan kebutuhan produk susu di Indonesia. Diharapkan Kabupaten Sinjai dapat menyuplai susu segar ke pabrik PT. Fonterra Brands Manufacturing Indonesia Cikarang Plant.

Tim Fonterra juga melakukan kunjungan ke lokasi pengembangan sapi perah dan pabrik pengolahan susu di Kecamatan Sinjai Barat, disela-sela kunjungannya Mrs Denise burrell menjanjikan akan mengutus 2 orang petugas sapi perah untuk mengikuti pelatihan di Selandia Baru.  Setelah melakukan kunjungan lapangan mereka mengadakan diskusi bersama Kepala Dinas Peternakan dan Keswan, petugas teknis sapi perah, petugas pabrik pengolahan susu.

Gerakan Minum Susu segar di Kabupaten Sinjai





AMDA MINDS’ bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Sinjai  dan Dinas Pendidikan , Pemuda dan Olahraga mengelar kegiatan gerakan minum susu segar bersama murid SD Negeri 3 Sinjai Utara dan SD Negeri 103 Sinjai Utara bertempat di Halaman SD Negeri 3 Sinjai Utara (15/62015) yang bertemakan ayo, minum susu supaya sehat. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan hari susu nusantara tahun 2015. Hadir pada kegiatan tersebut yaitu : Sekdakab. Sinjai, Kadis Peternakan dan Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Perwakilan Amda Minds, kepala SDN 3 dan Kepala SDN 103 Sinjai Utara.  

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Sinjai mengatakan bahwa kegiatan minum susu bertujuan untuk lebih meningkatkan amino anak-anak kita dalam mengkonsumsi susu segar sebagai asupan gizi. Minum susu sebagai salah satu bagian dari upaya kita untuk mengembangkan sumber daya manusia.
Kegiatan ini di buka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai Tayyeb A. Mappasere, SH  dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini, minum susu akan semakin menyebar kepada anak sekolah dan masyarakat sinjai sehingga anak yang sehat mampu meyerap pelajaran dengan baik. Beliau juga berharap agar pengembangan sapi perah di kembangkan lagi karena merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat Kec. Sinjai Barat dan bersinergi dengan 2 program yaitu mensejahterakan masyarakat peternakan dan membuat anak dan masyarakat  menjadi lebih sehat dengan asupan gizi.
Diakhir sambutannya, Sekdakab mengucapkan terima kasih kepada AMDA MINDS atas bantuan dan pendampingannya dalam rangka peningkatan kapasitas keterampilan peternak sapi perah dan tetap mengharapkan agar kegiatan seperti ini tetap dilanjutkan walaupun namanya berbeda.

Selain minum susu segar bersama ratusan murid SDN. 3 dan SDN 103 Sinjai Utara juga dilaksanakan sosialisasi tentang perlunya minum susu kemudian dilanjutkan dengan kuis oleh tim Amda Minds.

Kunjungan Tim AIP-EID Australia di Kabupaten Sinjai





Kabupaten Sinjai merupakan salah satu dari 2 kabupaten di Sulsel yang menjadi percontohan program I-Sikhnas yaitu program kemitraan Australia-Indonesia dalam hal pengendalian dan pemberantasan hewan menular.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Sinjai mengucapkan terima kasih Kementerian Pertanian, Gubernur Sulsel, AIP-EID atas ditunjukkan Kab. Sinjai sebagai Kabupaten percontohan. Manfaat yang dirasakan pada kegiatan ini adalah menurunnya angka kematian ternak, hal ini disebabkan karena kejadian penyakit saat itu langsung direspon oleh petugas dinas atas laporan (SMS) pelapor desa (PELSA) sehingga ternak yang sakit langsung ditangani. Program AIP-EID sejalan dengan visi misi Bupati Sinjai yaitu terdepan dalam pelayanan Publik.
Dalam rangka evaluasi kegiatan I-Sikhnas, maka tim AIP-EID melakukan kunjungan di Kabupaten Sinjai tgl 21 Mei 2015 yang dipimpin oleh SVA drh. Jonathan. Dalam kesempatan itu drh. Jonahtan mengungkapkan kegembiraannya atas keberhasilan yang dicapai oleh Kabupaten Sinjai dalam pelaksanaan program I-Sikhnas ini membuktikan keseriusan Pemkab Sinjai, untuk memberikan pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat. Ditambahkan pula bahwa program kemitraan ini difokuskan pada 3 Komponen yaitu penguatan struktur, fungsi dan koordinasi di bidang kesehatan hewan. Penguatan manajemen informasi, kemampuan laboraturim dan epidemiologi. Dukungan system layanan veteriner.
Pada kesempatan tersebut, tim AIP-EID melakukan dialog dengan medic veteriner, paramedik veteriner, dan petugas peternakan kecamatan (PPK) tentang manfaat dan kendala yang dihadapi para petugas dilapangan. Kemudian dilanjutkan kunjungan kelapangan yaitu ke Kecamatan Sinjai Selatan.

PEMANTAUAN DAERAH SEBAR HAMA PENYAKIT HEWAN KARANTINA


Kegiatan pemantuan daerah sebar hama penyakit yang dilaksanakan oleh Balai Karantina Pertanian Makassar di Kabupaten Sinjai bertujuan untuk mengetahui status dan situasi hama penyakit hewan karantina (HPHK) pada suatu area, sebagai salah satu bahan penetapan kebijakan karantina dan pembatasan lalulintas media pembawa HPHK.

Kegiatan ini di ikuti oleh para petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan seperti paramedik veteriner, PPK, petugas statistik peternakan, petugas RPH dengan mengisi kuisioner kejadian penyakit, gejala penyakit, uji laboratorium, data populasi, data pemasukan dan pengeluaran 
serta data pemotongan.

Pelatihan Investigasi Penyakit Hewan Bagi Petugas Dinas


Sebagai salah satu langkah yang dilakukan oleh dinas peternakan dan kesehatan hewan dalam rangka peningkatan layanan kesehatan hewan kepada masyarakat di kabupaten sinjai, maka diadakan bimbingan teknis petugas kesehatan hewan berupa pelatihan investigasi penyakit hewan selama 2 hari yaitu tanggal 16-17 Maret 2015 bertempat di kantor Dinas Peternakan dan Keswan Kab. Sinjai yang diikuti oleh para petugas peternakan kecamatan, inseminator dan petugas lapangan lainnya yang berjumlah sebanyak 25 orang. 

Bimbingan tehnik (bintek) ini maksudkan untuk : 1)Meningkatkan kapasitas para petugas dinas dalam penanganan kesehatan hewan, 2) Meningkatkan keterampilan dalam melaporkan kejadian penyakit secara cepat,tepat dan akurat melalui system informasi keswan nasional (I-Iskhnas), 3) Meningkatkan kemampuan dalam menyimpulkan tanda klinis atau patologi yang ditemui dilapangan. Bintek ini difasilitasi oleh Tim AIP-EID Makassar (dr. Geoff Chub dan drh. Anak Agung Putu Wahyuda) dan Koordinator I-Iskhnas Kab. Sinjai (drh. Ratnawati).


Pelatihan Usaha Peternakan Ayam Kampung

Dalam upaya meningkatan pengetahuan dan ketrampilan peternak di kabupaten sinjai oleh dinas peternakan dan kesehatan hewan mengadakan pelatihan usaha peternakan ayam kampung yang diikuti oleh para peternak pada 3 kecamatan yaitu Sinjai Selatan, Sinjai Timur dan bulupoddo.
Pelatihan ini sebagai salah satu langkah untuk pengembangan usaha ayam kampung unggul Sinjai (AKUSI) yang saat ini DOCnya diproduksi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Sinjai. Bibit anak ayam AKUSI ini jual dengan harga jauh lebih murah dari pulau jawa. Hal ini juga sejalan dengan visi misi Bupati Sinjai lima tahun kedepan untuk bidang peternakan yaitu mengembangkan ternak-ternak lokal dengan memanfaatkan teknologi moderd dan lebih maju.
Menurut Kepala Dinas  Peternakan dan Keswan Kabupaten Sinjai drh.H. Aminuddin Zainuddin, MM pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat  tentang bagaimana cara beternak ayam kampung yang baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu dari tanggal 3 s/d 5 Februari 2015 yang menghadirkan pemateri drh. H. Aminuddin Zainuddin, MM, drh. Charidjah, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, drh. Ratnawati, drh. Mappamancu, M.Anim Sc.

Bimbingan Teknis Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Hewan

Bimbingan Teknis Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Hewan yang dilaksanakan oleh Australia Indonesia Partnership for Emering Infectious Disease  (AIP-EID) di Fave Hotel Makassar dari tanggal 29 s/d 31 Oktober 2014. yang dikuti oleh Kab. Sinjai dan Kab. Barruyg  merupakan lokasi proyek percontohan pada program kesehatan hewan di Sulawesi Selatan. Bintek ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada petugas dibagian perencanaan dan dibidang keswan dalam membuat perencanaan yang logis dan terstruktur dan menentukan masalah dan isu strategis  kesehatan hewan dengan menggunakan metode USG (Urgent, Serious, Growth)




.

PEMANTAUAN HEWAN QURBAN

Dalam  rangka menghadapi hari raya idul fitri 1 syawal 1435 H, dimana permintaan akan kebutuhan konsumsi daging meningkat sehingga dinas peternakan dan kesehatan hewan kabupaten sinjai melaksanakan pemantauan dan pengawasan pemotongan di rumah potong hewan (RPH) dan dipasar.

Pemantauan dan pengawasan dilakukan sejak H-5 sampai H+1 lebaran hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa daging yang beredar di kabupaten sinjai adalah daging yang layak dan aman di konsumsi.

Sejarah Produksi Susu Sinjai - Susin

Menengok Sejarah persusuan dan pengembangan sapi perah di Kab. Sinjai di mulai tahun 2001, sebenarnya kebijakan tersebut saling tarik menarik. Hanya saja persoalan yang terjadi dilapangan dalam hal ini di tingkat peternak sapi perah selalu tidak sejalan dengan kebijakan yang digelontorkan pemerintah dalam hal ini Dinas Peternakan baik kabupaten dan propinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat. Contohnya, pengembangan dan alokasi bantuan sapi perah di Kab. Sinjai yang barangkali belum menyentuh akar pesoalan yang terjadi di tingkat peternak di daerah penghasil susu nomor satu di sulsel ini.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Sinjai, Drh. Aminuddin, setelah setahun ia menjadi kadis peternakan di Kab. Sinjai, saya melihat ada potensi pengembangan sapi perah dan pada saat itu Kepala Dinas Peternakan Prop. Sulsel di jabat oleh Alm.Drh. Amir Hamid, Saya meminta bahwa sapi bantuan yang jumlahnya 6 ekor sapi perah sebaiknya di alokasikan ke Kab.Sinjai, akhirnya jumlah 6 ekor disetujui di alokasikan di Desa Gunung Perak Kec. Sinjai Barat. Dari 6 ekor ini di Kec. Sinjai Barat melihat bahwa pengembangan sapi perah ini mempunya prospek yang sangat bagus karena selain menghasilkan susu untuk di jual juga mendapatkan anak sapi setiap tahun. Ujar Aminuddin.

Sapi perah di Gunung Perak , Sinjai- Sulsel ini jika dibandingkan dengan sapi perah yang ada di Pulau Jawa, maka Sulsel termasuk salah satu wilayah pengembangan baru atau produksi baru persusuan. Mulailah sejak tahun 2001 sampai sekarang ini Dinas peternakan Kab. Sinjai mulai memprogramkan pengadaan sapi perah setiap tahun dan mengalokasikan pengadaan setiap tahun sambil mengembangkan yang sudah ada.

drh. Aminuddin Zainuddin, MM
“Sebenarnya pengembangan sapi perah di sinjai ini pernah mencapai 500 ekor populasi tetapi karena proses ketuaan yakni di afkir oleh peternak, di satu sisi regenerasi yang tidak begitu bagus dan juga kendala saat ini banyaknya pedet umur 3-5 bulan yang mati sehingga terhambat mendapatkan sapi dewasa sehingga regenerasi juga menjadi terhambat”, ungkap Aminuddin yang juga peraih penghargaan Adhikarya Pangan 2011 dari Presiden RI kategori Ketahanan Pangan ini.

Selanjutnya di Tahun 2009 dengan melihat kenyataan itu, Pemda Sinjai melakukan lagi strategi baru yaitu dengan program rearing (pembesaran) tentu dengan bantuan Pemkab Sinjai yakni Bupati memberikan dana yang cukup signifikan untuk membangun sebuah rearing dengan kapasitas 60 ekor. Di Tahun 2010 mulai berhasil dengan mendapatkan dan membesarkan pedet kurang lebih 80 ekor dan program rearing itu tetap berjalan sampai sekarang. Begitu pula strategi pengembangan di masyarakat atau di anggota kelompok ternak dengan merubah sedikit yang tadinya di awal pengembangan sapi perah ini kita mementingkan pemerataan dari anggota tetapi sekarang pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sinjai mencoba mengubah strategi dengan menghampiri skala ekonomi dengan setiap 1 orang petani memiliki minimal 3 – 5 ekor sapi perah.

“Pemeliharaan sapi perah oleh masyarakat ini secara ekonomi bisa menambah income untuk biaya sekolah dsb, yang jelas untuk mensejahterahkan para peternak”, katanya.

Di dalam perjalanan pengembangan usaha sapi perah ini di Desa Gunung Perak banyak berkaitan dengan produksi susu yang dihasilkan. Selain komoditas utamanya adalah susu pasteurisasi dengan nama dagang “Susin” dengan kemasan gelas (cup) dengan volume 150 cc, juga produk susu sinjai tersebut dilakukan berbagai diversifikasi produk. Contohnya es krim dan kerupuk susu.

“Di Tahun 2012 ini kita mencoba memulai karamel susu, dodol susu, yoghurt, mentega dan sebagainya, dan tinggal bagaimana membentuk kelompok-kelompok pengolahan yang ada di Kab. Sinjai”, ungkap Aminuddin yang lulusan Fakultas Kedokteran Hewan IPB Bogor ini

Sapi perah yang ada di Sinjai Barat ini kebanyakan didatangkan dari Jawa Timur, dan sebagian lainnya dari BPTU Batu Raden. Dengan dasar pemikiran iklim Desa Gunung Perak, ke depannya pihak Dinas Peternakan menyarankan pengadaaan ternak sapi perah di arahkan agar kelompok ternak untuk mengambil di Kab. Malang, Jawa Timur.

Selain itu pengembangan sapi perah sebelum di lakukan di Kab. Sinjai, yang memulai lebih dulu adalah Kab. Enrekang Sulsel yang dikenaal dengan produksi Dangkenya. Melihat peluang tersebut, selaku Kepala Dinas Peternakan yang baru saya jabat 1 tahun waktu itu mengatakan bahwa ada satu potensi kecamatan di Sinjai Barat sangat bagus untuk pengembangan sapi perah terutama iklimnya yang dingin ditambah hijauan berlimpah ruah serta dukungan SDM petaninya yang sangat bagus dan sudah terbiasa dengan pola kawin suntik (IB). Sapi perah ini umumnya dikawinkan dengan teknologi Inseminasi Buatan. Dengan begitu tidak perlu lagi memperkenalkan teknologi tersebut kepada mereka. dan inilah cikal bakal pengembangan sapi perah di Kab. Sinjai, Sulsel hingga sekarang ini.

Soal pemasaran susu di Kab. Sinjai – Sulsel tidak ada kendala, hanya memang harga saat ini masih kisaran 2000 - 2500 rupiah per liter. Apa yang diungkapkan oleh Rajab sebagai ketua kelompok ternak “Batuleppa” adalah wajar karena peran pemerintah disini masih memberikan subsidi sekitar 80 %, namun harga 2000 perliter jika di kalkulasi masih lebih tinggi dibanding dengan harga di tingkat peternak di Jawa. Kedepannya, subsidi akan dikurangi agar nanti harga per liternya bisa lebih bagus.
“Seharunya pihak Dinas Peternakan Propinsi Sulsel yang harus berpikir bahwa pengembangan sapi perah ini tidak begitu sama dengan pengembangan sapi potong terutama peternak yang akan memelihara sapi perah. Diperlukan SDM, pelatihan yang bagus, pemodalan, manajemen; pemberian pakannya, bagaimana cara memerah sapi yang baik sehingga susu yang dihasilkan bersih (hygine) dan sebagainya.”, Ungkap Aminuddin yang sudah 13 tahu menjabat Kepala Dinas Peternakan di Sinjai ini.

Dan yang tak kalah pentingnya yang perlu dipikirkan adalah bagaimana membantu pemasaran hasil susu para peternak di Sinjai. Saat ini kami mempunyai program PPMTAS (Program pemberikan makanan tambahan pada anak sekolah) kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab. Sinjai dalam memasarkan susu peternak.
Terlepas dari itu, kini Rajab bersama kelompok ternaknya bersusah payah sekuat tenaga untuk terus bertahan dengan usaha sapi perahnya. Yang menjadi harapan besar Rajab sebagai perintis persusuan di Sinjai tersebut adalah bagaimana usaha sapi perah yang ia rintis bersama kelompok ternaknya bisa lebih berkembang dan membawa perubahan bagi Desanya. Peran Pemerintah dengan produksi susu sinjai harus benar-benar memberikan kesejahteraan bagi diri dan anggota peternaknya. Insya Allah, saya yakin jika semua berjalan dengan niat yang baik, maka tak ada yang tak mungkin jika suatu saat persusuan Sinjai akan sama dengan di Jawa, tukas Rajab dengan wajah penuh optimis.

Susu Sinjai

Industri Pasteurisasi susu merupakan industri andalan Kecamatan Sinjai Barat yang beralamat di Desa Gunung Perak. Susu Segar Pasteurisasi dengan brand “SUSIN” ini  mampu memproduksi susu dengan kemasan gelas 120 mililiter sebanyak 1500 gelas setiap periode produksi. Susu segar ini diproduksi dengan berbagai variasi rasa. Ada rasa coklat, strawbery dan rasa melon.

Koperasi Susu Sintari ini juga memproduksi Susu Pasteurisasi Kemasan Plastik Bantalan. Untuk meningkatkan produktifitas suplai susu segar dari petani, maka program ini didukung dengan berbagai upaya yang dilakukan secara terencana dan sistematis. Upaya ini antara lain dengan melakukan pembangunan balai persusuan, perbaikan genetika sapi perah yang dilakukan dengan pembiakan melalui inseminasi buatan, serta berbagai pembinaan kepada petani ternak sapi perah. Usaha lain yang dilakukan adalah mendorong optimalisasi penerapan teknologi budi daya peternakan sapi perah. Industri pengolahan sapi perah ini didukung oleh induk sapi produktif sebanyak 500 ekor. Pemasaran produk susu pasteurisasi ini dan dilakukan melalui kerjasama dengan “rumah susu”  yang ada di Makassar.

Selain susu juga memproduksi es krim dengan merek Sanshu.


Cara Beternak Sapi Perah

Cara beternak sapi perah mulai banyak di terapkan di indonesia, panduan cara beternak sapi perah diantaranya adalah :

1. penyiapan fasilitas serta peralatan kandang

bisa dibikin didalam wujud ganda atau tunggal, bergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. pada kandang jenis tunggal, penempatan sapi dikerjakan pada satu baris atau satu jajaran, sesaat kandang yang bertipe ganda penempatannya dikerjakan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. di antara ke-2 jajaran tersebut umumnya dibikin jalur untuk jalur. pembuatan kandang untuk tujuan penggemukan ( kereman ) umumnya berupa tunggal jika kapasitas ternak yang dipelihara cuma sedikit. tetapi, jika aktivitas penggemukan sapi ditujukan untuk komersial, ukuran kandang mesti lebih luas serta semakin besar hingga bisa menyimpan jumlah sapi yang semakin banyak. lantai kandang mesti diusahakan terus bersih manfaat menghindar munculnya beragam penyakit. lantai terbuat dari tanah padat atau semen, serta gampang dibersihkan dari kotoran sapi. lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat. semua bagian kandang serta peralatan yang dulu digunakan mesti disuci hamakan terlebih dulu dengan desinfektan, layaknya creolin, lysol, serta bahanbahan yang lain. ukuran kandang yang dibikin untuk seekor sapi jantan dewasa merupakan 1, 5×2 m atau 2, 5×2 m, namun untuk sapi betina dewasa merupakan 1, 8×2 m serta untuk anak sapi cukup 1, 5×1 m per ekor, dengan tinggi atas + 2-2, 5 m dari tanah. temperatur di lebih kurang kandang 25-40 derajat c ( rata-rata 33 derajat c ) serta kelembapan 75%. lokasi pemeliharaan bisa dikerjakan pada dataran rendah ( 100-500 m ) sampai dataran tinggi ( 500 m ).

2. pembibitan kriteria yang perlu dipenuhi oleh bibit sapi perah betina dewasa merupakan

a.  produksi susu tinggi
b.  usia 3, 5-4, 5 th. serta telah dulu beranak
c. datang dari induk serta pejantan yang memiliki eturunan produksi susu tinggi
d.  wujud tubuhnya layaknya baji
e.   matanya bersinar, punggung lurus, wujud kepala baik, jarak kaki depan atau kaki belakang cukup lebar dan kaki kuat
f.  ambing cukup besar, pertautan pada tubuh cukup baik, jika diraba lunak, kulit halus, vena susu banyak, panjang serta berkelokkelok, puting susu tidak kian lebih 4, terdapat didalam sisi empat yang simetris serta tidak terlampau pendek
g.   tubuh sehat serta bukan hanya sebagai pembawa penyakit menular
h.  setiap th. beranak.

sesaat calon induk yang baik diantaranya :

a. datang dari induk yang membuahkan air susu tinggi
b. kepala serta leher sedikit panjang, pundak tajam, badan cukup panjang, punggung serta pinggul rata, dada didalam serta pinggul lebar
c. jarak pada ke-2 kaki belakang serta ke-2 kaki depan cukup lebar
d. perkembangan ambing serta puting baik
e. jumlah puting tidak kian lebih 4 serta letaknya simetris, dan
f. sehat serta tidak cacat. pejantan yang baik mesti mencukupi persyaratan seperti berikut :
-   usia lebih kurang 4- 5 th.
-   mempunyai kesuburan tinggi
-  daya turunkan karakter produksi yang tinggi pada anak-anaknya
-   datang dari induk serta pejantan yang baik
- besar badannya cocok dengan usia, kuat, serta memiliki karakter-sifat pejantan yang baik
-  kepala lebar, leher besar, pinggang lebar, punggung kuat, ( g ) muka sedikit panjang, pundak sedikit tajam serta lebar
-   paha rata serta cukup terpisah
-   dada lebar serta jarak pada tulang rusuknya cukup lebar
-   badan panjang, dada didalam, lingkar dada serta lingkar perut besar, dan
- sehat, bebas dari penyakit menular serta tidak turunkan cacat pada keturunannya.

penentuan bibit serta calon induk untuk mengejar produktivitas ternak yang tinggi, dibutuhkan perbaikan lingkungan hidup serta peningkatan mutu genetik ternak yang berkaitan. bibit yang baru datang mesti dikarantina untuk penularan penyakit. lantas bibit diberi minum air yang digabung garam dapur, diletakkan didalam kandang yang bersih serta ditimbang dan dicatat tampilannya.
perawatan bibit serta calon induk semua sapi perah dara yang belum tunjukkan sinyal tanda birahi atau belum bunting sesudah satu periode spesifik, mesti disisihkan. bila sapi yang disisihkan tersebut sudah membuahkan susu, sapi diseleksi kembali menurut produksi susunya, kecenderungan terkena radang ambing serta temperamennya. 3 ) sistim pemuliabiakan kerapkali sapi perah dara dikawinkan dengan pejantan pedaging untuk kurangi risiko kesusahan lahir serta baru sesudah membuahkan anak satu dikawinkan dengan pejantan sapi perah pilihan. bibit mesti diberi peluang untuk bergerak aktif sekurang-kurangnya 2 saat tiap-tiap hari

3. pemeliharaan

a.  sanitasi serta tindakan preventif pada pemeliharaan dengan intensif sapi-sapi dikandangkan hingga peternak gampang mengawasinya, sesaat pemeliharaan dengan ekstensif pengawasannya sukar dikerjakan dikarenakan sapi-sapi yang dipelihara dilewatkan hidup bebas. sapi perah yang dipelihara didalam naungan ( ruangan ) mempunyai konsepsi produksi yang lebih tinggi ( 19% ) serta produksi susunya 11% semakin banyak dari pada tanpa naungan. bibit yang sakit segera diobati dikarenakan serta bibit yang menyambut beranak dikering kandangkan sepanjang 1-2 bln..

b. perawatan ternak ternak dimandikan 2 hari sekali. semua sapi induk dimandikan tiap-tiap hari sesudah kandang dibersihkan serta sebelum saat pemerahan susu. kandang mesti dibersihkan tiap-tiap hari, kotoran kandang diletakkan pada penampungan spesial hingga bisa diolah jadi pupuk. sesudah kandang dibersihkan, baiknya lantainya diberi tilam sebagai alas lantai yang biasanya terbuat dari jerami atau sisa-sisa pakan hijauan ( 1 minggu sekali tilam tersebut mesti dibongkar ). penimbangan dikerjakan sejak sapi pedet sampai umur dewasa. sapi pedet ditimbang 1 minggu sekali sesaat sapi dewasa ditimbang tiap-tiap bln. atau 3 bln. sekali. sapi yang baru disapih ditimbang 1 bulan sekali. sapi dewasa bisa ditimbang dengan lakukan taksiran pengukuran menurut lingkar serta lebar dada, panjang badan serta tinggi pundak.

c. pemberian pakan pemberian pakan pada sapi bisa dikerjakan dengan 3 langkah, yakni : a ) sistem penggembalaan ( pasture fattening ) b ) kereman ( dry lot fattening ) c0 gabungan langkah pertama serta ke-2. pakan yang didapatkan berbentuk hijauan serta konsentrat. hijauan yang berbentuk jerami padi, pucuk daun tebu, lamtoro, alfalfa, rumput gajah, rumput benggala atau rumput raja. hijauan diberikan siang hari sesudah pemerahan sejumlah 30-50 kg/ekor/hari. pakan berbentuk rumput untuk sapi dewasa biasanya diberikan sejumlah 10% dari bobot badan ( bb ) serta pakan tambahan sejumlah 1-2% dari bb. sapi yang tengah menyusui ( laktasi ) membutuhkan makanan tambahan sebesar 25% hijauan serta konsentrat didalam ransumnya. hijauan yang berbentuk rumput fresh baiknya ditambah dengan type kacang-kacangan ( legum ). sumber karbohidrat berbentuk dedak halus atau bekatul, ampas tahu, gaplek, serta bungkil kelapa dan mineral ( sebagai penguat ) yang berbentuk garam dapur, kapur, dan lain-lain. pemberian pakan konsentrat baiknya diberikan saat pagi hari serta sore hari sebelum saat sapi diperah sejumlah 1-2 kg/ekor/hari. tak hanya makanan, sapi mesti diberi air minum sejumlah 10% dari berat badan /hari. pemeliharaan utama merupakan pemberian pakan yang cukup serta berkwalitas, dan melindungi kebersihan kandang serta kesehatan ternak yang dipelihara. pemberian pakan dengan kereman digabungkan dengan penggembalaan di awal musim kemarau, tiap-tiap hari sapi digembalakan. di musim hujan sapi dikandangkan serta pakan diberikan menurut jatah. penggembalaan mempunyai tujuan juga untuk berikan peluang bergerak pada sapi manfaat memperkuat kakinya.

d.  pemeliharaan kandang kotoran ditimbun di area lain supaya alami sistem fermentasi ( +1-2 minggu ) serta beralih jadi pupuk kandang yang telah masak serta baik. kandang sapi tidak bisa tertutup rapat ( agak terbuka ) supaya sirkulasi hawa didalamnya jalan lancar. air minum yang bersih mesti ada setiap waktu. area pakan serta minum baiknya dibikin di luar kandang namun tetap dibawah atap. area pakan dibikin agak lebih tinggi supaya pakan yang didapatkan tidak diinjak-injak atau tercampur dengan kotoran. sesaat area air minum baiknya dibikin permanen berbentuk bak semen serta sedikit lebih tinggi dari pada permukaan lantai. siapkan juga peralatan untuk memandikan sapi
 
DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KAB. SINJAI
Kantor : Jl. Lamatti Kab. Sinjai
Telp. 0482-21431, Fax. 0482-23092
E-Mail : disnakkeswan.sinjai@gmail.com